Tapi rasanya apa yang bangsa Indonesia sedang nikmatin sekarang ini kontras sekali dengan saudara-saudara kita di Mesir. Di jaman serba modern dan maju seperti ini masih ada aja orang-orang yang berpikiran mundur. Padahal semua masalah ada jalan keluarnya. Dan harus ya dengan kekerasan seperti itu? Angka kematian terus bertambah. Fasilitas-fasilitas negara di rusak. Negara macam apa yang membiarkan anak-anak diliputi rasa was-was dan tidak aman di tempat dia hidup? Kenapa harus ada korban begitu banyak untuk krisis politik yang melanda sebuah negara? Bahwa apa yang terjadi di Mesir sudah pasti menjadi isu internasional dan menjadi kecaman dunia. Semuanya harus berakhir damai. Sudah cukup perang dan kekerasan menjadi sejarah.
Indonesia sudah jelas lewat dari masa-masa itu. Dan semoga ditahun-tahun berikutnya warga Indonesia akan selalu damai dan bersyukur atas kemerdekaannya. Tapi yang perlu dicatat dalam masa-masa berkembang kita adalah kerjasama yang baik dan nasionalisme yang tinggi. Kita berteriak ingin Indonesia maju tapi tidak melakukan apa-apa. Kita berteriak pemerintah salah, tapi tidak memberikan kontribusi apa-apa untuk kemajuan Indonesia. Kita sudah merdeka dari penjajah, tapi belum merdeka dari hal-hal negatif di negeri ini. Apalah arti meneriakkan bagaimana seharusnya pemerintah bersikap kalau kita juga tidak menyikapi dengan baik ketidakberesan yang kita rasakan? Istilah jawanya, "yen ra iso ngewangi, yo ojo ngrusuhi". Jadi kemerdekaan yang ke 68 ini harus semakin mendewasakan kita. Menjadikan kita lebih nasionalis. Lebih tidak memikirkan atas kebenaran diri. Sangat bijaksana apabila orang tidak memaksakan kebenaran dirinya pada orang lain. Hidup di tempat dimana ada beribu-ribu pulau, berbeda suku, ras, dan agama seharusnya memang harus menjadikan kita pribadi yang tidak egois. Tidak ada pembenaran atas suku sendiri, agama sendiri, dll. Indonesia satu, republik, dan tidak akan menjadi negara yang memihak suku/agama manapun. Dan semua itu dimulai dari diri kita sendiri. Mulai membuka diri terhadap lingkungan, terhadap perbedaan, dan keterbatasan orang lain. Dirgahayu yang ke 68 Indonesia. Jayalah terus Indonesiaku.
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Disanalah ku rasa senang
Tanah ku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
0 comments:
Post a Comment