Monday, April 3, 2023

Stop Diskriminasi dalam dunia kerja

Posted by Lita Suraja at 00:33 0 comments



 Tau nggak kalo ILO memiliki 5 prinsip dan mendasar di tempat kerja. Yuk kita bahas...

1. Kebebasan berserikat dan pengakuan efektif atas hak untuk berunding bersama.

2. Penghapusan segala bentuk kerja paksa dan kerja wajib.

3. Penghapusan efektif pekerja anak.

4. Penghapusan diskriminasi dalam pekerjaan dan jabatan.

5. Lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Dari 5 tersebut, saya tertarik membahas penghapusan diskriminasi krn sepertinya sangat dekat dengan kita. Bahkan beberapa perusahaan secara tidak sadar ada yg menerapkan hal tersebut. Contoh nyatanya adalah lowongan kerja yang menyebut 'perempuan cantik' atau 'laki-laki muslim'. Padahal dalam menciptakan produktifitas kita tidak bisa berpatokan pada jenis kelamin, ras, keyakinan atau bahkan pandangan politik.

Untuk membuat suasana kerja yg kondusif. Perusahaan selain harus aktif memberi arahan untuk mencegah diskriminasi dan tindakan tegas untuk pelaku, tapi juga mengevaluasi cara mereka mencari calon karyawan.

Karena kita semua sama, kita semua produktif, kita semua bisa, kita semua hebat di perusahaan yang sehat.

Thursday, February 17, 2022

Posted by Lita Suraja at 22:41 0 comments

Di hari minggu kemarin suamiku ada kegiatan dalam rangka 17an. Acaranya senam pagi dan cek kesehatan gratis. Karena dia panitianya, jadi harus bangun pagi dan siap-siap. Sayangnya dia gak bilang seminggu sebelum jadi aku gak bisa ambil libur. 


Pagi jam set 7 kurang 10 menit, dia anterin aku kerja dengan tergesa-gesa. Ngebut di jalan, dan nyetirnya gak enak bgt. Dan itu bkin aku nggak nyaman. Sampai tempat kerja pun aku cuma salim trus langsung melengos pergi. 


Dalam komunikasi sebuah hubungan itu ada yg namanya ‘timing’. Aku diemin dulu, pulang kerja pun biasa aja kok. Karena aku tau dia capek juga, bukan waktu yg tepat untuk ngomong.


Baru selasa malem, aku nangis(drama bgt emang njir), dia tnya kenapa, nah saat saat kyk gini ak tau kalau ak ngomong kmungkinan utk di denger dan kita bisa sama2 ngobrol dr hati ke hati itu besar bgt.


Aku bilang sm dia sambil nangis “kemarin minggu kamu ada acara sosial, kamu buru2 antar aku, yang biasanya km nanya apa aku mau mampir beli makan, apa aku sudah makan, tapi kemarin kamu gak tanya. Kamu peduli sama kesehatan orang-orang di desa, tapi aku udah makan apa blm aja km gak perhatiin...”


Nah, dia langsung peluk aku, bilang maaf berkali-kali. Aku tau akhirnya dia paham. Intinya aku cuma pngn dia tau perasaanku.


Knp ak g ngmg pas di motor aja wktu itu? Karena dia akan bilang aku egois, karena tau dia ad kegiatan sosial(untuk kepentingan orang banyak) tapi aku malah marah-marah karena gak diperhatikan. Iya emg aku egois, tapi lebih egois lagi klo marah saat itu, dia jadi kepikiran engga-engga padahal harus fokus sm kegiatannya. Juga kerjaku saat itu pasti jadi gak fokus. 



Di waktu yg tepat, pesanku nyampe dan kita bisa intropeksi bareng-bareng. Aku bilang kok “mungkin aku sebagai istri kurang ‘jembar’ hatinya”


Paling nggak dia tau istrinya emang gak menyenangkan, haus perhatian, haus kasih sayang. Hal sepele mslh nanya dah makan blom dibikin perkara. Ada kegiatan dikit merasa dinomerduakan. Wkwkwk.


Because communication in a relationship is like oxygen to life, without it, it dies. Sepele atau engga yang ngeganjel aja dikeluarin. Semoga istri macam ak cuma 1 aja, kadang juga kasian sm suami 😂


NB : catatan Agustus 2019, baru inget untuk di post. hehehe

Saturday, May 9, 2015

a whole new world

Posted by Lita Suraja at 15:06 0 comments
Well, finally I'd be someone's wife. Sebelumnya nggak pernah kepikiran untuk nikah secepet ini, ehm paling nggak sebelum ketemu dia. Yaiyalah, sp juga mau nikah di umur 24, still have so much thing to pursue. Still much thing to do with my self. Still have much time to look around :p. Lalu Tuhan pertemukan aku dengan dia.

Dia, 8 tahun diatasku. Dewasa, mateng, santai, dan orang yang sangat bisa calm down di situasi apapun. Ketemu di tempat ibadah(kerja = ibadah) itu salah satu pertanda baik kan? Dan pertama kali keluar malem-malem liat dia latihan teater, ngobrol dari jam 11 malem sampai jam 4 subuh. Dan waktu itu rasanya nggak pengen pulang. Something about him caught my eye (cieee).

Waktu pertama kali kita keluar aku hampir yakin itu adalah pertama dan terakhir kita keluar, karena aku sepertinya tidak memberi kesan baik dan di tempat kerja lagi seru-serunya banyak yang bilang aku ini kasar. Tapi, kalo Tuhan sudah berkehendak aku bisa apa? Hahaha. We have another meeting, another chit chat, quality time, knowing each other.

Ada banyak hal yang bikin aku sedikit demi sedikit yakin kalo memang dia lah yang aku cari. Ketika banyak kasak kusuk nyebar aku keluar sama dia, tapi dia tetep aja mau keluar sama aku. Tetep aja mau diajak makan malem. Trus belakangan pas udah jadian dia bilang, "kalo aku mau dengerin mereka udah kemaren2 aku gak mau keluar lagi sama kamu. Tapi ngapain aku dengerin mereka, yang tau kamu kan aku, aku lebih tau km seperti apa, gak ada urusan sama mereka."

Trus alasan lain, he was one and only man I ever met and know and he didn't have sex orientation in relationship. Dulu waktu sering keluar malem berdua, aku sempet mikir negatif kalo dia pasti sama aja seperti cowok-cowok lain yang aku kenal, apalagi waktu pertama di Jogja, kenal 2 cowok yang baru keluar udah sepik-sepik ngajak ke kosan. Haha. Ya jelas aku berpikir he will do same thing. Tapi selama aku sering keluar sama dia, dia sangat-sangat sopan, yang diomongin ya cuma kerjaan, dan daily activities, Nyeletuk "dirty jokes" aja gak pernah. Nanggepin dirty jokes-ku juga gak pernah wkwkwkwk. Dasar cowok yang langka.

Sampai akhirnya kita pacaran, aku sempet mikir kalo dia sabar itu cuma awal-awal. Based on my lovelife, semua cuma sabar sama aku di awal. Dan lagi-lagi negative thinking-ku nggak kebukti. Until we have one year relationship he still  the same person I knew for the first time. Masih nggak bisa marah, masih yang kalo geregetan cuma bilang "aku boleh marah nggak kalo kamu gini?" "please mengertilah" "kita harus belajar saling mengerti, Jend"

Yang terakhir, dia nggak pernah menggurui masalah agama, dia nggak pernah nyuruh2 aku untuk sholat. Tapi dia lakukan hal itu di depanku, mampir ke kos untuk sholat. Dari yang awalnya cuma nonton tv pas dia sholat, akhirnya juga ikut jamaah.Cara mengajaknya bukan maksa dan sok ngingetin tapi dengan dia memberi contoh dengan dia sendiri melakukannya.

I think I was more more better since I've met him. Dari situ aku punya keyakinan dengan ajakan menikah dari dia kalo aku nggak boleh nolak dan nggak boleh nunda-nunda lagi. The right man in the right time. Dan dengan semua itu aku rasa aku udah dapat lebih dari yang seharusnya aku dapet, tapi Tuhan emang luar biasa, aku masih dikasih bonus calon suami yang nggak ngerokok dan minum-minum.

Kita cuma yakin bahwa pernikahan ini ibadah, dan apapun cobaan yang ada bisa kita hadapi karena kita berjalan di jalan yang benar. Selama banyak cobaan itulah aku semakin yakin kalo aku akan menikahi orang yang tepat. Masih bisa gitu tenang dan santai(keliatannya) apapun yang terjadi. Dan yang paling penting dia itu selalu menemukan solusi, walaupun harus dijalanin sendiri pun dia nggak ngeluh. Dan dia orang yang jarang banget minta bantuan, dan nggak enakan kalo harus minta bantuan. Jadi sebisa mungkin meminimalis hal-hal yang ngerepotin orang lain.

Jadi sebulan sebelum nikah, hampir tiap hari aku nangis karena takut semuanya nggak berjalan baik. Dan peran dia sebagai calon suami bener-bener bikin aku yakin kalo dia-lah "The Right Man." Dia slalu menenangkan, dia meyakinkan aku kalo semuanya akan baik-baik saja("gak mungkin acaranya jelek Jend, aku ini biasa ngurusi event")

Dan dia menuruti apa yang bisa dia turutin, mulai dari kebaya nikah yang pendek, kata-kata mutiara di undangan, undangannya seperti apa, tempat cincinnya seperti apa. Walaupun itu harus ada unsur-unsur Harry Potter yang dia tau aku suka banget dan dia gak suka, dia tetep mau nuruti itu. Dia mengusahakan apa yang bisa dia usahakan, dia mengerjakan sendiri apa yang dia bisa untuk membuat acara ini seperti yang aku mau. Walau pada akhirnya budget juga yang bicara, but he was showed the best he can do. Dan walau jalan acaranya tidak sesuai yang kita harapkan, acara di Surabaya tidak berjalan sesuai yang aku mau, tapi pernikahan ini menunjukkan idealis kita. Menunjukkan bahwa acara ini terlaksana, ada dan terjadi karena kita memang menginginkannya.

Terima kasih ya, Teja Suraja, suamiku, kamu selalu ada, selalu disampingku, selalu ngalah, selalu mementingkan aku, selalu minta maaf walaupun kamu nggak salah, selalu bikin aku merasa disayang, dan yang paling bikin aku bahagia kamu selalu berusaha untuk mengerti aku. :') (Aku nangis loh waktu nulis ini, nangis terharu)

Let me share this whole new world with you...

PS:
especially thanks to...

Mas Tikus dan Mbak Ajeng, kita hutang banyak sama kalian. Bantuan kalian dari prewed, ngelipetin undangan, dan kehadiran kalian di Surabaya sekalian bantuin dekor juga. Mas Teja sampai bilang berkali-kali gimana caranya bales kebaikan kalian. YOU GUYS ROCK!!!

Kakak Hesti yang baik hati yang kasih kita tiket dan hotel selama di Bali. Dan spare time untuk kita. Nemenin kita terus. Bener-bener unforgettable wedding present. Kita berdua sayang banget sama Kakak.

Mbak Sisca yang kayak malaikat. Yang beli tiket ke Surabaya sebelum undangannya jadi. Yang slalu tanya persiapannya. Yang bela-belain bangun jam 5 pagi untuk make up prewedding-ku. Yang datang pas akad. Bantuin pindahan kosan juga. Ini juga kita nggak ngerti sebenernya Mbak Sisca hatinya terbuat dari apa.(ciee)

Yola dan Linda, kalian udah bantu banyak banget. Kalian emang sahabat terbaik guys. Kalian ada di malam sebelum aku nikah, bantuin Mas Teja dekor juga. 

Mas Bagong yang mau bangun pagi buat fotoin kita.Mas Tri yang bela-belain ambil cuti untuk nganter kita nikahan di Surabaya. Mbak April yang mau jauh2 dari Jogja ke Surabaya cuma buat bantuin dekor haha. Mbak Dida yang bantuin dekor juga sampai jam 3 pagi. Heksa dan Cyta yang selalu mau direpotin untuk prepation di Surabaya.

Yang pasti buat keluarga yang udah spend much time and money for us :)

Buat temen-temen yang selalu nampung curhatan, tangisan dan kekhawatiranku, makasih udah selalu ada. :)


Kalo orang bilang "rejeki menikah itu ada aja", ya KALIAN lah rejekinya. TERIMA KASIH YA :)





Perfect Captured, thanks Mas Bagong :)












 
YES SAHHH!!!


my best friends!!!


HAPPY HONEYMOON FOR US



angels :*

Sunday, November 9, 2014

Just a little surprise

Posted by Lita Suraja at 16:57 0 comments
Setelah sekian lama gak menulis. Menulis lagi, cerita lagi tentang ulang tahun pacar. Dan selalu ya, ide itu datang ketika udah deket hari H. Nggak bisa namanya ultah kurang sebulan trus udah dapet ide harus ngasih apa harus kasih surprise dimana. Tapi mungkin dari terburu-buru itu jadi wow bgt gitu usahanya ya. Hahaha.

Kali ini aku cuma dapet inspirasi untuk mengumpulkan ucapan selamat ulang tahun dari teman-temanku dan teman-temannya. Tujuannya? Karena aku tau pacarku dengan segala ke-ndeso-an dan sederhananya itu. Bagi dia aku ngucapin aja udah alhamdulillah, udah WOW. Tapi bukan Chabel ya namanya kalo gak lebih dari sekedar WOW. Hahaha.

Cuma berbekal wasap, line, dan facebook dan sedikit panas-panasan buat ke tempat temen-temennya, minta mereka menulis ucapan. Dan yang baru aku tau juga ternyata amplop 100 biji cuma 10rb-an. Memang kesannya aku maksa atau mereka harus diminta untuk ngucapin ultah ke pacarku, Tapi ternyata dari situ aku tau, banyak banget yang peduli sama dia.

Waktu menyusun semua ucapan, baik dari yang aku print dan yang langsung ditulis tangan oleh temen-temennya, aku membaca dan ketawa-ketawa sendiri melihat ucapan dan doa-doa mereka. Kebanyakan mendoakan agar cepat menikah (cieee), ya secara udah om-om, udah ngebet banget punya anak. Liat temennya gendong anak udah mupeng banget mukanya. (Pis Jend :D). Dan yang unbelievable itu ketika orang-orang sibuk yang aku paksa-paksa buat ngucapin ultah, malah mereka-mereka yang tulisannya banyak, doanya banyak, dan keliatan banget kalau peduli sama pacarku. It was touching moment when I have conversation with them, about my boyfriend.

Dan kenapa dalam bentuk hard copy? Kenapa gak yang tulisan aku scan aku jadiin satu sama yang dari wasap dan line? NO. Aku selalu suka manual things (apaan manual haha), pokoknya sesuatu yang bikin kita harus spare time untuk membuatnya. Walau ide awal semua mau aku print dan aku pasang disebuah pigura gede, tapi menurutku bukan usaha namanya karena aku gak bisa membuat pigura. Yang ada aku pasti kasih semuanya ke tukang pigura. Beres. Lagi-lagi ya menurutku itu nggak ada value-nya. Dan kenapa gak aku kumpulin semua aku upload semua ucapan di social media? Secara pasti gak bakal ilang dan akan mudah untuk mencari lagi, membaca lagi, mengingat lagi. No lagi. Why? Karena kita sudah terlalu dimanjakan teknologi sehingga melakukan hal itu nggak akan ada momentnya. Dari ucapan yang bisa aku print, dari tulisan-tulisan tangan temennya, aku ingin dia melihat itu adalah "sedikit waktu" yang mereka luangkan untuk mengucapkan ulang tahun buat dia. Mungkin bisa hilang, bisa dimakan tikus, bisa kena air, dll. Tapi moment-nya akan selalu dia ingat sampai nanti punya anak dua sama aku, sampe dia(makin)tua juga haha.(amin wkwkwk). Waktu adalah hadiah terbaik, dan aku cuma ingin kasih itu buat dia. :)

Daaaaaaan, ketika hari H, ketika dia buka kadonya, dalam satu box gede ada 2 box kecil. Dia nyeletuk "kok banyak hadiahnya," terus dia malah buka kadoku dulu(padahal aku pengen dia cepet-cepet buka kado dari temen2nya), dan sempet juga dia nyeletuk lagi "tiap kamu ngasih sesuatu aku ada sedikit ketakutan, kalo aku gak bisa bales itu," ciee sapa yang dikado sapa yang terharu. Hahaha, Trus akhirnya dia buka tuh kado ada tulisanku yang gak rapi dan aku jelasin itu isinya ucapan ultah buat dia dari temen2nya. Dia buka dia baca nama-nama temen-temen yang ngucapin, dia senyum-senyum gak jelas(senyum yang aku lihat 1 tahun yang lalu). Dan dia buru-buru selesein makannya biar bisa baca ucapannya satu-satu.

Bener-bener moment yang aku tunggu, baca ucapan-ucapan itu bareng dia. Mengamini semua doa, dan gak berhenti buat berterimakasih sama semua yang udah mau meluangkan waktu mengucapkan ulang tahun buat dia. Dan celetukan dia beberapa kali saat baca itu, "usahamu itu lho." :)

Semua itu karena ku cinta kau. :)

Selamat ulang tahun sayang, semoga hal baik selalu menyertaimu dan Allah melancarkan semua rencanaa-rencana baikmu. Amin.











PS:
Special thanks for all friends mentioned in the envelope.
Buat Ky's Cakery yang sudah mewujudkan keinginanku yang serba biru dengan blue velvet-nya yang enak dan gak enek. Thanksssss.


Sunday, March 30, 2014

MY birthDAY

Posted by Lita Suraja at 15:56 0 comments
Kemarin adalah hari yang paling membahagiakan bagi aku. Ulang tahun ke 23. Udah mulai beranjak dewasa. Udah mulai belajar mandiri. Harapanku sih tahun ini aku bisa buktiin ke orang tuaku kalau aku sudah dewasa, udah bisa memilah yang baik untuk aku, dan bisa memutuskan sesuatu hal dengan bijak. Semua yang aku dapatkan sekarang adalah sesuatu yang sangat aku syukuri. Aku bersyukur karena semua ini bisa membuatku semakin banyak belajar dan memberikan banyak alasan kenapa aku harus tersenyum bahagia.

Salah satunya adalah Teja Suraja. Sangat berterimakasih dengan Jogjakarta Plaza Hotel, tempat dimana aku bertemu dengan dia. Alasan aku untuk selalu semangat menjalani hidup ini. Kemarin dia lah yang bikin aku jadi orang paling bahagia di dunia ini. Thank so much Jendral...

Waktu masih tanggal 28 malam, Jendral Teja culik aku buat jalan-jalan karena pingin jadi orang pertama yg ngucapin ulang tahun. Dan berkali-kali juga dia minta maaf karena ga bisa ngasih surprise. Dan aku juga gak berharap karena pacarku ini orangnnya emang gak romantis. Cuma dy bilang pingin ngajak diner di Abhayagiri, tempat dia kerja. Dia pingin nunjukkin tempat kerjanya sekalian. Buat aku  itu sudah cukup. Inisiatifnya untuk ngajak diner itu sudah cukup. Hehehe.

Jendral Teja selalu nanya siapa aja yang udah ngucapin ulang tahun, lihat ucapan2nya. Bahkan karena pertanyaan dia aku perhatiin satu-persatu ucapan dari temen-temen. Aku bilang sama dia "Gak ada yang doain langgeng, tapi didoain cepet nikah... Kayaknya udah gak ada yang ngganggep harus lama-lama pacaran nih, Jend" Dan muka dia sumringah gitu. Aku juga tunjukkin video dari Acid, Cyta, dan Shita... Mereka juga bilang cepet nikah sama Jendral Teja. Dan lagi-lagi mukanya seneng banget. Aku Aminin aja doa-doa dari temen-temenku. Big Thanks untuk semua yang ngucapin :)

Dan, akhirnya aku tau tempat kerja pacarku. Beautiful place. Worth to visit. Melihat Jogja dari bukit Sumberwatu. Keren maksimal! Hahahaha. Tapi ya nggak ada yang spesial, bener-bener cuma diner biasa. Malah ada adegan kehujanan segala jadi harus pindah ke dalem. Sedih. Hahaha. Trus di dalem cuma nunggu hujan berhenti. Lama banget. Ngobrol ngalor ngidul juga ga berhenti-berhenti hujannya. Malah tiba-tiba Jendral Teja nyanyi "happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday happy birthday to you..." trus aku tanya "mana lilinnya?" Dia jawab "kenapa harus ada lilin sih?" Trus lanjut lagi nyanyi kaya gitu terus sampe aku agak sebel, nih anak ngapain nyanyi kayak gini terus??? Dan tiba-tiba ad waitress dari belakangku naruh kue tart lengkap dengan lilinnya yang lagi nyala gitu. SPEECHLESS! Aku cuma bisa pukul-pukul gemes pacarku. These were too sweet. Pacarku emang luar biasa. Istimewa kayak Jogjakarta dan Cherrybelle. I love you so much, Jend...

Semoga kita cepet halal ya... Amin.





Tuesday, November 5, 2013

Spesial buat yang Spesial :)

Posted by Lita Suraja at 02:14 0 comments
Tanggal 2 kemarin, Jendral Teja ulang tahun yang ke 30. Hihihi. Udah tua banget, udah ringkih juga hahaha, gak ding bercanda. Jendralku itu umurnya boros, padahal mukanya kayak umur 20tahun. Hehehe. Kebalikan sama aku, kalo aku kan mukanya yang boros T_T. Jadi kalo aslinya Om-om pacaran sama anak kecil, tapi yang keliatan malah tante-tante pacaran sama berondong. Hiks.

Dan karna pacarku ini tergolong om-om, aku jadi agak bingung mau ngasih apa buat ultahnya. Hahaha.Yang kepikiran cuma gimana caranya biar berkesan. Berhari-hari mikir y gak nemu ide. Yang kepikiran cuma beli cake aja. Gak kepikiran gimana ngasihnya. Tapi untungnya waktu di Surabaya kemarin kepikiran buat kadonya. Yang aku pikirin dia butuh barang itu aja, yaudah aku beli. Masalah kue dan suprise dipikir di Jogja aja.

Benernya cukup lama juga mikir, tapi ya gak nemu-nemu ide brilian. Hahaha. Kepikiran bikin scrapbook tapi kok kerja pagi terus mana overtime terus. Tiap kerja, slalu nanya sama temen satu shift aku harus ngasih suprise gmn buat jendral Teja. Tapi tetep aja gak ada yang ngasih solusi. Sampai dua hari sebelum ultah dia, aku kebangun dan tiba-tiba punya ide. Dan gak kepikiran ide lain lagi, karena ini udah yang paling simple, dijangkau waktu dan tingkat keberhasilan 99%.  Dan ternyata ga semulus yang aku pikir sih. Kue yang awalnya aku pengen red velvet ternyata itu harus pesen dulu dan dapetnya opera cake. Kaos yang pinginku warna item adanya cuma biru. Dan itu  karena semua DADAKAN!!! Tapi mungkin serunya disitu ya :p


Bon Anniversaire Teja Suraja Je T'aime

Semua kerja kerasku(ciee kerja kerassss) ini jelas harus dibayar sama senyum manisnya Jendral Teja. Hahaha. Tapi beneran liat reaksi dia. Mulai dari jam 00.00 sampai jam satuan waktu dia pulang, dia sama sekali ga berhenti senyum. Dan berkali-kali juga dia bilang "aku gak bisa berhenti senyum" "aku kayaknya tidur nyenyak deh malam ini," "bibirku capek senyum terus daritadi," "seru pokoknya" "i love you jendral chabel." Dan cuma kata-kata itu dia ulang-ulang terus. Tapi ini yang paling seru waktu aku tanya kapan kue nya mau dimakan, dia bilang "aku seumur-umur gak pernah dikasih kue, aku eman-eman e kalo di makan" arghh itu dia ngomong waktu kita lagi Indomaret Poiny, coba gak udah ta cium deh saking gemesnya. Hahaha. Kamu lucu banget, semoga tetep ndeso yaa hahaha. Grow better with the years ya, Jend. Love ya. :)

Saturday, October 26, 2013

my super Jendral :D

Posted by Lita Suraja at 13:14 0 comments
Waktu itu tanggal 24 Oktober, habis pulang kerja, dijemput Jendral Teja di hotel, terus cari makan. Emang biasanya gitu, gak jelas mau kemana yang penting berdua... Dan ternyata dia ngajak ke rumah Mbak Ratih krn ada urusan sama suaminya. Rencananya sih habis dari Mbak Ratih mau ambil foto di temennya dia. Eh mendadak pingin nonton.

Nah, habis nonton Manusia Setengah Salmon itu sekitar jam 10an malem, aku jadi pingin makan makanan yg dibawain Mbak Ratih. Terus kata Jendral dimakan di Indomaret deket kosan aja. Udah sampai Indomaret yg di Demangan itu eh penuh tempatnya, dan aku pingin yang sepi aja, aku bilang kalo nyoba di Indomaret sebelah apartemen merah. Belum sampai eh bensinnya abis(siaaal), dan untung aja tuh deket banget sama kosan. Akhirnya nuntun berdua ke kosan (sok sweet :p) terus si Jendral yg minta maaf gitu gara-gara sering bikin aku jalan kaki hehehe.

Tapi lucu aja gitu aku jalan terus dia ngeliatin sama minta maaf, terus dengan innocent-nya dia tanya "kamu kok mau sih jalan sama aku?" pengen ketawa denger pertanyaannya. Terus aku jawab "Kenapa aku harus gak mau jalan sama kamu?" Terus dia senyum gitu aah, suka bgt bikin aku melting sama senyumnya. :p

Dan kenapa aku suka malam itu, Jendral yang solutif banget bilang kalo nitip motor di kosan terus dia mau naik sepeda federal dan tidur di kos temennya dulu. Dia juga nawarin buat ke Indomaret sama dia, tapi pas dia udah ambil sepedanya dia kayak ragu gitu mau ngajak ke Indomaret naik sepeda (ragu atau aras-arasen ya?) trus aku bilang "Trus ini aku makannya dimana?" Baru deh dia nawarin lagi buat ke Indomaret naik sepeda.

Daaaaannnn akhirnyaaaa dibonceng di depan gitu kayak FTV-FTV, goblok banget haha. Sampai ngos-ngosan yang bonceng. Ya kasian ya seneng. Jendral tuh bisa banget bikin hal biasa jadi spesial, dengan kata-kata maafnya gara-gara kehabisan bensin, perhatiannya tetep pengen nemenin aku. Tapi ya itu momennya. Yang gak bisa dinilai sama uang, sama apapunlah. Hehe. I love you Jend... :)
 

EXPECTO PATRONUM!!! Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos