Sudah hampir 100 hari sejak tanggal 28 Oktober 2012, dimana hari itu ayahku dipanggil Tuhan. Sampai sekarang pun rasanya g percaya aja ayah pergi gitu aja, ninggalin aku. Banyak hal yang aku sesali, aku kurang dekat sama ayah, aku kurang berbakti, aku sama sekali beum dikasih kesempatan membahagiakan ayah. Emang orang itu baru sadar betapa beartinya seseorang setelah kehilangan. Ayah sekarang sudah jauh. Sudah tidak mungkin ada disini melindungi aku. Disini aku berusaha mengikhlasan kepergiaan ayah. Setiap malam aku selalu bertanya-tanya, ‘kenapa sih?? Kenapa ayah harus meninggalkan aku secepat ini.’ Aku sayang sama ayah, rasanya aku rela menukar apapun untuk membuat ayah kembali. Tuhan punya rencana lain. :)
Ayah, apa kabar ayah disana? Anak perempuanmu satu-satunya ini sudah lulus kuliah yah, seharusnya ayah dateng ke wisudaku nanti yah. Aku dengar cerita dari semua orang terdekat ayah, kalau ayah bangga sama aku. Padahal aku kurang berbakti sama ayah. Ayah bilang ke teman-teman ayah aku akan wisuda maret ini, begitu besar harapan ayah bisa lihat aku wisuda. Tapi kenapa ayah malah pergi sebelum lihat aku wisuda sih? Ayah juga bilang kan kalau aku cuman butuh ayah, aku selalu teringat kata ayah ‘kamu nggak butuh mama. Kamu butuh ayah, kamu butuh wali, nanti nikah kamu butuh ayah.’ Jangankan jadi wali nikah, lihat wisudaku, ngerasain uang hasil jerih payahku aja nggak bisa. Beberapa hari yang lalu ayah dateng ke mimpi aku, ayah pasti kangen ya? Apalagi aku yah, berhari-hari aku berharap ayah datang ke mimpiku. Kalau aku datang ke makam ayah, apakah ayah tau bahwa aku datang? Rasanya aku ingin ikut berbaring dibawah situ bersama ayah aja. Yah, seandainya aku tau kalau waktu kita hanya sebentar, aku akan lebih baik memperlakukan ayah. Lebih sayang sama ayah. Bahkan ayah tidak memberiku firasat, pesan, atau ucapan selamat tinggal. Itu yang paling menyakitkan ketika kita berpisah dengan seseorang tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal. Ayah baik-baik ya disana. Ayah lihat aku mencoba sukses disini ya. Aku sayang sama ayah. Semoga Tuhan memberikan tempat terindah buat ayah. Tunggu aku ya yah. I love you.